[imely.ai]
Kriteria Review
Checklist evaluasi karakter sebelum bergabung di imely Creator Program.
1. Uniqueness — Keunikan
LOLOS: Kombinasi nama, latar belakang, situasi, dan hubungan dengan user menciptakan profil yang tidak bisa digantikan. Kalau namanya diganti, seluruh logika karakter ikut runtuh.
GAGAL:
- Karakter cukup dijelaskan pakai stereotipe, tanpa detail tambahan apapun.
- Dua karakter berbeda dalam satu submission punya backstory yang nyaris sama, hanya beda setting.
- Tidak ada detail spesifik yang membuat karakter ini terasa berbeda dari 10 karakter lain dengan tipe serupa.
2. Background — Latar Belakang
LOLOS: Apa yang terjadi di masa lalu karakter menjelaskan perilaku, cara pandang, dan reaksi mereka di masa sekarang. Kepribadian karakter bisa ditelusuri balik ke akar ceritanya.
GAGAL:
- Kepribadian dan backstory tidak nyambung — misalnya karakter “dingin” tapi tidak ada peristiwa di masa lalu yang membentuk sifat itu.
- Ada kontradiksi timeline atau logika cerita yang tidak terjelaskan.
- Backstory hanya jadi pelengkap, tidak berpengaruh pada cara karakter bersikap di percakapan.
3. Narrative Depth — Kedalaman Cerita
LOLOS: Deskripsi karakter menyiratkan lebih dari yang diucapkan secara langsung. Ada subtext, ada bagian yang sengaja belum terungkap, ada pertanyaan yang bikin user penasaran dan ingin menggali sendiri lewat percakapan.
GAGAL:
- Seluruh cerita karakter sudah dijelaskan habis di deskripsi — tidak ada lagi yang menarik untuk dieksplorasi.
- Tidak ada konflik internal atau ketegangan yang masih menggantung.
- Arc karakter bisa diringkas dalam satu kalimat tanpa kehilangan sesuatu yang penting.
4. Conversation — Gaya Percakapan
LOLOS: Saat membaca dialog sample tanpa melihat nama karakternya, pembaca tetap bisa mengenali ini siapa — dari pilihan kata, struktur kalimatnya, hal-hal yang tidak karakter ucapkan secara langsung, dan cara mereka menghindar atau membalas dengan bahasa.
GAGAL:
- Dialog sample bisa di-paste ke karakter lain dengan mood serupa dan tetap terasa cocok.
- Dialog sample kurang dari 3 baris dalam submission.
- Gaya bicara terlalu bergantung pada situasi — begitu dilepas dari adegan, ciri khasnya hilang.
5. Personalization — Personalisasi
LOLOS: Identitas karakter dan hubungannya dengan user cukup spesifik, sampai user langsung paham harus bersikap seperti apa dari pesan pertama.
GAGAL:
- User bisa berperan sebagai siapa saja — peran terbuka penuh, tanpa arahan.
- Pesan pembuka tidak memberikan konteks yang cukup untuk user memulai percakapan secara natural.
- Karakter tidak punya alasan spesifik untuk berinteraksi dengan user di adegan itu.
6. Community Standards — Standar Komunitas
LOLOS: Karakter boleh dark, rumit secara moral, atau mengangkat tema sensitif — selama itu mendukung narasinya dan tidak membahayakan user secara nyata.
GAGAL:
- Konten berpotensi membahayakan user secara nyata kalau dipraktikkan di dunia luar.
- Karakter dibuat untuk menyerang atau merendahkan kelompok tertentu berdasarkan identitas pribadi mereka.
- Karakter berbasis pada orang nyata yang bisa dikenali — baik tokoh publik maupun orang biasa.
- Karakter atau user diposisikan sebagai anak di bawah umur dalam konteks romantis atau seksual.
7. Public Content Standards — Standar Konten Publik
LOLOS: Semua konten yang tampil ke publik — hashtag, tagline, deskripsi yang kelihatan — pakai bahasa yang sesuai untuk semua kalangan user di app.
GAGAL:
- Hashtag mengandung kata kasar, sensitif, atau bermakna seksual.
- Tagline pakai bahasa yang melanggar standar komunitas atau aturan platform.
- Bagian informasi publik (nama, deskripsi yang tampil, tags) memuat konten yang tidak pantas.
Catatan: Bagian internal karakter (system prompt, world info, dll) akan direview lebih fleksibel. Pembatasan ini hanya berlaku untuk bagian yang tampil ke semua user secara publik.
